Musim hujan pasti membuat Anda ketar-ketir soal pondasi ketika membangun rumah, terlebih jika Anda tinggal di tanah yang lembab. Mungkin Anda juga baru menyadarinya saat memulai proyek pembangunan.
Jangan khawatir, melalui artikel ini, Anda akan mengetahui cara memperkuat pondasi rumah di tanah lembab agar tetap tangguh dari terjangan hujan. Selain itu, Anda juga dapat mempelajari tips tambahan serta rekomendasi produk yang bisa mendukung upaya Anda dalam membangun rumah yang kokoh.
Mengapa Tanah Lembap Bisa Jadi Ancaman bagi Pondasi Rumah
Ada tiga alasan utama mengapa tanah lembab berpotensi mengancam pondasi rumah, salah satunya kekhawatiran akan tanah longsor yang menyebabkan pergeseran bangunan. Selengkapnya, simak ketiga alasan tersebut.
Pergerakan Tanah Akibat Curah Hujan Tinggi
Ketika tanah dihujani air terus-menerus, kadar air dalam tanah juga akan bertambah, menyebabkan tanah menjadi jenuh air. Saat tanah bersifat jenuh, bobotnya akan bertambah sehingga daya dukung untuk menopang rumah akan menurun. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi rentan mengalami pergerakan, paling parah justru bisa terjadi longsor.
Risiko Keretakan dan Penurunan Struktur Bangunan
Saat daya dukung tanah melemah, otomatis akan berpengaruh pada pondasi rumah Anda seperti berisiko mengalami keretakan serta penurunan. Karena itulah, penting untuk menghindari hal tersebut terjadi dengan melakukan pembangunan yang tepat, atau jika sudah terlanjur dibangun, lakukan perbaikan yang terukur.
Jenis Tanah yang Paling Rawan terhadap Kelembapan Tinggi
Memahami jenis tanah yang memiliki kelembapan tinggi akan membantu Anda menentukan perbaikan yang dibutuhkan pondasi rumah. Beberapa contoh paling umum adalah tanah lempung berdebu yang cenderung padat namun licin, tanah gambut yang berasal dari sisa tumbuhan yang terurai, serta tanah yang terdapat campuran pasir halus.
Ciri-Ciri Pondasi yang Mulai Melemah karena Tanah Lembab
Tak perlu khawatir terjadi longsor atau bencana besar, Anda bisa memantau terlebih dahulu kondisi pondasi rumah Anda dari tanda-tanda yang diberikan. Berikut ciri-ciri pondasi rumah Anda tidak kuat lagi terhadap tanah lembab.
Retak Rambut di Dinding Bagian Bawah
Ciri pertama yang paling kentara adalah adanya retakan halus di dinding bagian bawah. Ini menandakan bahwa pondasi rumah mengalami pergeseran atau penurunan sehingga dinding di atasnya “terseret” paksa oleh tarikan yang berasal dari pondasi.
Lantai Terasa Miring atau Turun di Satu Sisi
Tanda kedua bisa Anda lihat melalui lantai yang terlihat atau terasa tidak simetris dengan bagian lainnya. Bisa jadi miring atau lebih parah, kondisinya sudah turun satu sisi karena tanah yang mengalami pergeseran.
Adanya Rembesan atau Noda Lembab di Area Pondasi
Jika Anda masih dalam proses pembangunan rumah dan mendapati bagian pondasi sudah memiliki noda rembesan, lebih baik hentikan proyek untuk sementara. Ini karena kandungan air dari tanah sudah masuk menjalar ke bagian pondasi, yang kemudian dapat melemahkan fungsinya.
Bau Apek di Area Bawah Rumah atau Ruang Bawah Tanah
Noda lembab yang tidak terlihat bisa jadi menyebabkan pondasi rumah menjadi berjamur. Akhirnya, kondisi ini menyebarkan bau apek khas tanah lembab di bagian bawah rumah, misalnya seperti area basement.
Jika pondasi rumah Anda memiliki satu atau lebih ciri-ciri di atas, maka segera lakukan langkah-langkah perbaikannya agar rumah tidak roboh. Berikut caranya.
Langkah-Langkah Memperkuat Pondasi Rumah di Tanah Lembab
Mulai dari mengaplikasikan waterproofing hingga memperbaiki drainase, ada lima tahap penting yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan pondasi rumah di tanah lembab selama musim hujan. Simak selengkapnya.
1. Evaluasi kondisi tanah dan pondasi awal
Sebelum memproses perbaikan pondasi rumah Anda, lakukan pemeriksaan struktur dan jenis tanah tempat Anda tinggal terlebih dahulu. Cek apakah jenis tanah tersebut memang memiliki kelembapan tinggi atau tidak.
Setelah itu, pastikan tanah bisa digali minimal 45-60cm untuk memenuhi standar kedalaman umum untuk membangun pondasi rumah. Jika memang tanah termasuk yang lembab, Anda bisa mengakalinya dengan menambahkan pasir batu atau balok pengikat (sloof) untuk memperkuat tanah.
2. Gunakan lapisan waterproofing di sekitar pondasi
Setelah memastikan tanah siap dipasang pondasi, kini saatnya Anda memikirkan cara untuk memperkuat bagian pondasi itu sendiri. Salah satu tips terbaik adalah dengan melapisinya dengan waterproofing untuk mencegah air meresap langsung ke struktur beton.
Anda bisa memilih material waterproofing yang cocok untuk bagian ini, misalnya seperti mencampurkan beton dengan semen anti air dengan teknik waterproofing integral. Atau bisa juga melapisinya dengan lembaran membran waterproofing, seperti produk Bituline PP 300 dari Onduline yang berbahan dasar polyester serta sangat kedap air.
/https%3A%2F%2Fweb.mitra10.com%2Fmedia%2FSelangkah%2Fcara-memperkuat-pondasi-rumah-bituline-membran-onduline.png)
3. Tambahkan sistem drainase di sekitar rumah
Berbicara pondasi, maka tidak jauh-jauh dari sistem drainase rumah. Jika masih dalam proses pembangunan, Anda perlu menambahkan sistem drainase yang benar untuk membantu mengalirkan air hujan agar tidak menggenang di sekitar pondasi.
Jika pondasi sudah terbentuk, cek kondisinya secara berkala untuk memastikan saluran air tidak tersumbat dengan sampah maupun kotoran lainnya. Pastikan juga pipa drainase tidak bocor atau merembes untuk menghindari kelembapan pada pondasi.
4. Gunakan material tambahan seperti sealant atau pelapis kedap air
Jika Anda mendapati retakan pada pondasi maupun bagian lainnya seperti pipa drainase, segera lakukan perbaikan dengan menambal menggunakan sealant atau cat pelapis kedap air. Pun jika tidak ada keretakan, Anda bisa mengaplikasikan produk tersebut untuk perlindungan jangka panjang.
Contoh produk yang bisa Anda pertimbangkan adalah sealant dari Propan yang berbahan dasar akrilik, cocok dipakai untuk mengisi celah-celah retakan maupun sambungan.
/https%3A%2F%2Fweb.mitra10.com%2Fmedia%2FSelangkah%2Fcara-memperkuat-pondasi-rumah-sealant-propan.png)
5. Pastikan sirkulasi udara di bawah rumah cukup baik
Membangun pondasi rumah juga butuh perencanaan yang baik selain memastikan jenis dan struktur tanah. Salah satunya dengan memastikan sirkulasi udara agar tetap kering untuk mencegah kelembapan berlebih yang mempercepat kerusakan.
Anda bisa coba memasang lubang ventilasi silang (cross-ventilation) yang saling berhadapan di dekat lantai agar udara lembab bisa masuk keluar dengan teratur.
Material dan Produk yang Direkomendasikan untuk Pondasi Tahan Lembab
Setelah tahu caranya, kini waktunya Anda mempelajari produk-produk seperti apa yang bisa digunakan. Simak selengkapnya beserta rekomendasi brand-nya.
Beton Mutu Tinggi dengan Campuran Anti Air
Untuk membuat pondasi yang kuat, tentunya Anda harus memilih bahan bermutu tinggi. Biasanya, material yang umum digunakan yaitu beton. Jangan lupa juga untuk mencampurnya dengan semen anti air yang dapat mencegah rembesan terjadi.
Produk yang tepat untuk campuran ini adalah Semen Anti Air 122 AM yang memiliki daya rekat sangat kuat, anti bocor, serta mudah diaplikasikan dengan teknik waterproofing integral.
/https%3A%2F%2Fweb.mitra10.com%2Fmedia%2FSelangkah%2Fcara-memperkuat-pondasi-rumah-semen-anti-air-am.png)
Coating Waterproof Berbasis Semen atau Bitumen
Kalau Anda lebih suka mengaplikasikan waterproofing berupa lapisan, bisa coba menggunakan teknik waterproofing coating menggunakan cairan bitumen yang ampuh membentuk lapisan waterproofing yang tahan lama, seperti produk Cat Bitumen Membran dari Bondall mengandung latex, fleksibel, dan anti bocor.
/https%3A%2F%2Fweb.mitra10.com%2Fmedia%2FSelangkah%2Fcara-memperkuat-pondasi-rumah-cat-bitumen-membran-bondall.png)
Drainage Cell dan Pipa Perforated untuk Pembuangan Air
Selain fokus melapisi bagian-bagian fondasi dengan waterproofing, jangan lupa juga untuk memberikan produk terbaik pada sistem drainase, misalnya dengan memasang pipa perforated yang memiliki lubang-lubang kecil untuk menahan partikel tanah ikut masuk ke dalam saluran.
Anda juga bisa memasang drainage cell, sebuah blok panel yang saling terhubung berfungsi untuk mengalirkan air secara cepat dan mencegah genangan terjadi dalam saluran.
Sealant Elastis yang Mampu Menahan Pergerakan Struktur
Jika Anda memerlukan produk untuk melakukan perbaikan minim, seperti menambal pipa drainase, bisa coba gunakan sealant dengan elastisitas tinggi serta tahan air selama musim hujan. Produk Dextone Lem Sealant Waterproof ini bisa Anda pertimbangkan yang dirancang khusus untuk tahan terhadap perubahan cuaca.
/https%3A%2F%2Fweb.mitra10.com%2Fmedia%2FSelangkah%2Fcara-memperkuat-pondasi-rumah-sealant-dextone.png)
Tips Tambahan agar Pondasi Tetap Kokoh di Musim Hujan
Sebelum menyelesaikan panduan ini, ada tiga tips tambahan yang mungkin terlewat oleh Anda saat membangun pondasi rumah. Cek bahasannya satu per satu.
Rutin Memeriksa Area Pondasi Sebelum dan Sesudah Hujan Deras
Melakukan pemeriksaan rutin wajib dilakukan jika Anda tidak ingin mengalami penumpukan kerusakan di kemudian hari. Cek kondisi area pondasi sebelum dan sesudah terjadinya hujan deras, mengingat momen ini membuat rumah terpapar air dalam waktu yang lama. Periksa apakah struktur bangunan masih berada pada posisi semula atau malah terjadi pergeseran.
Hindari Menanam Pohon Besar Terlalu Dekat dengan Dinding
Ini tips yang seringkali tidak disadari banyak orang, bahwa saat menanam pohon, tumbuhnya menjadi terlalu dekat dengan dinding rumah. Padahal, ini sangat berbahaya. Pertama, karena pohon yang terlalu dekat akan meningkatkan kelembapan tanah sekitar rumah. Kedua, risiko pohon tumbang akan memberikan dampak kerusakan yang sangat fatal ke depannya.
Perhatikan Sistem Pembuangan Air di Atap dan Halaman Rumah
Selain fokus pada pondasi, Anda juga perlu memperhatikan bagian rumah lainnya saat musim hujan, seperti atap dan halaman rumah. Pastikan atap sudah terlapisi juga dengan waterproofing serta memiliki sistem pembuangan air yang baik untuk menghindari genangan.
Hal yang sama juga perlu Anda lakukan untuk halaman rumah, yang rentan terjadi genangan jika sistem drainase tidak bekerja dengan baik.
Saatnya Persiapkan Pondasi Rumah dari Sekarang
Mempersiapkan rumah menjelang musim hujan sangatlah penting di area dengan tanah lembab, salah satunya dengan mengecek dan memperbaiki pondasi rumah yang menjadi tumpuan utama berdirinya bangunan.
Kunci utamanya adalah perencanaan pembangunan dan pemilihan produk tahan lembab yang tepat. Mitra10 hadir untuk membantu Anda mempersiapkan #RumahNyaman selama musim hujan dengan pilihan produk bahan bangunan dan renovasi rumah #SelengkapItu.
Terlebih pada 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 mendatang, Anda bisa belanja di Mitra10 dan berkesempatan memenangkan hadiah-hadiah besar di Promo Shopvaganza 2025. Akan ada brand-brand terbaik yang hadir seperti AM, Onduline, Aquaproof, Jotun, Mowilex, hingga Propan.
Dengan hanya belanja minimal Rp2.500.000 saja, Anda berkesempatan mendapatkan mobil, motor, iPhone, hingga liburan ke 3 negara Eropa. Cek katalog produk dan brand lainnya yang ikutan Shopvaganza 2025 dan dapatkan e-coupon sebanyak-banyaknya untuk menangkan hadiah utama!
Nikmati promo bank dari Panin Bank, Bank BNI, UOB, Bank Permata, hingga Bank OCBC NISP. Untuk Anda yang lebih suka fleksibel, tersedia juga promo paylater dari Indodana dan Kredivo.
Gunakan metode pembayaran favorit Anda dan rasakan pengalaman belanja yang mudah dan menyenangkan hanya di Mitra10!
Kunjungi blog Mitra10 untuk inspirasi desain dan tips rumah lainnya.
Follow kami untuk info terbaru:
- Instagram: @mitra10_official
- TikTok: @mitra10_official
- X: @mitra10.official
- WhatsApp Channel : Mitra10
Belanja renovasi dan perlengkapan rumah di mitra10.com. Download aplikasi Mitra10 di Playstore atau App Store untuk kemudahan berbelanja.
Dapatkan promo terbaik klik disini, hanya di Mitra10!
Tersedia juga Mitra10 Protection sebagai perlindungan ekstra saat berbelanja produk pilihan di Mitra10.
