Tips Mencegah Lantai Keramik Popping atau Terangkat

11 August 2026

Pernah mendengar suara “duk” dari lantai lalu melihat keramik tiba-tiba terangkat atau pecah? Kondisi ini dikenal sebagai keramik popping, yaitu ketika ubin terdorong ke atas akibat tekanan pada sistem pemasangan lantai.

Keramik popping tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Kondisi substrat, teknik pemasangan, pemilihan perekat keramik, hingga ketersediaan ruang untuk pergerakan lantai dapat memengaruhi risikonya. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak tahap persiapan hingga finishing.

Penyebab Lantai Keramik Popping

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko keramik terangkat antara lain:

1. Tidak tersedia ruang pergerakan yang memadai

Keramik dan substrat dapat mengalami perubahan dimensi akibat perubahan suhu. Jika sistem pemasangan tidak memiliki sambungan atau ruang pergerakan yang sesuai, tekanan dapat terakumulasi dan mendorong ubin ke atas.

2. Permukaan dasar tidak siap

Debu, minyak, sisa material, atau permukaan yang tidak sesuai dapat mengurangi kontak antara perekat dan substrat. Sebelum pemasangan, pastikan permukaan bersih, kokoh, dan memenuhi persyaratan produk.

Baca juga: 5 Penyebab Keramik Kamar Mandi Retak + Cara Mengatasinya

3. Perekat tidak sesuai

Setiap keramik memiliki karakteristik dan kebutuhan pemasangan yang berbeda. Menggunakan perekat yang tidak sesuai dengan jenis ubin atau kondisi area dapat meningkatkan risiko keramik lepas maupun bergeser.

4. Aplikasi perekat tidak merata

Rongga yang terlalu banyak di bawah keramik dapat mengurangi kontak perekat. Teknik aplikasi dan ukuran roskam bergerigi harus disesuaikan dengan ukuran serta jenis ubin.

Baca juga: Tren Keramik 2026: Earthy Tones, Tekstur Batu Alam, dan Tips Memilih Perekat Keramik

Cara Mencegah Keramik Popping

Untuk mendapatkan lantai keramik yang lebih stabil, perhatikan beberapa langkah berikut:

1. Gunakan Perekat Keramik yang Tepat

Pilih tile adhesive berdasarkan jenis dan ukuran keramik, kondisi substrat, serta lokasi pemasangan. SikaCeram Series memiliki berbagai varian untuk kebutuhan pemasangan yang berbeda.

2. Pastikan Substrat Bersih dan Stabil

Sebelum memasang keramik, bersihkan debu dan kotoran serta pastikan permukaan memenuhi persyaratan pemasangan. Perbaiki bagian substrat yang rusak atau tidak stabil terlebih dahulu.

3. Aplikasikan Perekat dengan Notched Trowel

Roskam bergerigi membantu menghasilkan lapisan perekat yang lebih merata. Pilih ukuran trowel sesuai rekomendasi produk dan ukuran ubin agar kontak antara keramik dan perekat dapat optimal.

4. Pastikan Kontak Perekat Merata

Saat memasang keramik, tekan atau geser ubin sesuai metode aplikasi yang direkomendasikan agar perekat menyebar dengan baik. Untuk ubin berukuran besar, metode back buttering juga dapat diperlukan sesuai spesifikasi sistem pemasangan.

5. Perhatikan Sambungan dan Grout

Jangan menghilangkan sambungan yang diperlukan dalam sistem pemasangan. Gunakan grout yang sesuai dan ikuti rekomendasi teknis untuk membantu mengakomodasi pergerakan pada area yang membutuhkan fleksibilitas.

Baca juga: Nat Keramik Cepat Retak, Kotor, atau Rontok? Ini Penyebabnya!

Pilih SikaCeram untuk Pemasangan Keramik

Mencegah lantai keramik popping bukan sekadar memilih perekat yang kuat. Kualitas substrat, teknik aplikasi, sambungan, dan kesesuaian material harus menjadi satu sistem pemasangan yang diperhatikan sejak awal.

SikaCeram Series menawarkan pilihan perekat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari keramik standar hingga granit dan material berukuran besar. Dengan pemilihan produk dan teknik yang tepat, #SelengkapItu kebutuhan renovasi rumah dapat ditemukan di Mitra10, #SemurahItu solusi yang sesuai anggaran, dan #ImpianJadiNyata hunian nyaman pun lebih mudah diwujudkan.

Editor: Firda Khaerini