23 May 2025

Terdapat bermacam-macam alat ukur listrik, seperti amperemeter, voltmeter, ohmmeter, dan wattmeter. Di antara banyaknya jenis tersebut, multimeter merupakan salah satu alat ukur listrik serbaguna yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Multimeter dapat dimanfaatkan untuk aneka jenis pengukuran sehingga memudahkan penggunanya untuk mengetahui nilai dari berbagai besaran listrik. Lantas, apa saja fungsi multimeter? Untuk memahami alat ukur ini lebih lanjut, simak pembahasan berikut ini!

Apa Itu Multimeter?

Apa Itu Multimeter

Multimeter adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur nilai arus listrik (Ampere), tegangan (Volt), dan hambatan (Ohm) dari sebuah sistem kelistrikan. Berdasarkan tiga pengukuran tersebut, multimeter juga sering disebut dengan istilah AVO meter. 

Multimeter modern umumnya dilengkapi dengan fitur tambahan untuk mengukur parameter lain, seperti suhu, frekuensi, kapasitansi, serta pengujian dioda. Kemudahan ini menjadikan multimeter sebagai salah satu alat penting di bidang kelistrikan. 

Secara umum, alat ukur ini bentuknya ringkas dan bersifat portabel. Selain itu, multimeter juga dilengkapi dengan layar penunjuk, selektor jenis pengukuran, dan kabel penguji untuk menghubungkan perangkat dengan elemen listrik yang akan diukur. 

Meskipun memiliki fitur serbaguna, pemakaian multimeter tetap memerlukan pengetahuan mendasar tentang kelistrikan. Selain itu, alat ini juga harus dioperasikan dengan tepat agar tidak rusak dan menghasilkan pengukuran yang akurat. 

Fungsi Multimeter

Sebagai alat ukur serbaguna, multimeter hadir dengan berbagai fungsi penting dalam dunia kelistrikan. Adapun beberapa fungsi multimeter di antaranya adalah:

1. Mengukur Arus (Amperemeter)

Fungsi multimeter pertama adalah mengukur nilai arus listrik, baik untuk arus searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC). Pengukuran arus listrik dilakukan dengan menghubungkan multimeter ke rangkaian listrik secara seri.

Salah satu fungsi dari multimeter adalah mengetahui apakah kabel mampu mengalirkan arus listrik. Nah, Anda bisa belanja kabel secara mudah di Mitra10 dengan berbagai pilihan berikut ini: 

2. Mengukur Tegangan (Voltmeter)

Selain arus, nilai tegangan listrik pada saklar juga bisa diketahui melalui alat ini. Untuk melakukan pengukuran tegangan, Anda harus mengatur selektor ke posisi V dengan simbol garis bergelombang untuk tegangan AC atau lurus untuk tegangan DC. 

3. Mengukur Resistansi (Ohmmeter)

Untuk menguji berapa nilai hambatan yang diberikan kabel listrik, multimeter adalah perangkat yang bisa digunakan. Selain mengetahui nilai hambatan, multimeter juga dapat dimanfaatkan untuk mengecek kontinuitas rangkaian dan memeriksa kondisi komponen elektronik.

4. Menguji Kontinuitas

Fungsi multimeter selanjutnya adalah untuk memeriksa apakah listrik bisa mengalir antara dua titik dalam suatu rangkaian. Tidak hanya itu, perangkat ini juga bisa memastikan jalur listrik tetap terhubung dan mendeteksi sambungan listrik yang tidak diinginkan.

Terdapat beberapa alat yang bisa dicek kontinuitasnya dengan multimeter, seperti stop kontak, colokan, dan Philips Lampu Led 33787 20 Watt Putih. Nah, Anda bisa menemukan berbagai alat listrik rumah tangga, seperti lampu Philips dan lainnya, secara mudah di Mitra10. 

Belanja alat listrik di Mitra10 menjadi praktis berkat metode Paylater yang hadir dengan cicilan 0% tanpa minimum transaksi. Bahkan, pada periode tertentu, Anda bisa mendapatkan cashback, lho. Jadi, yuk cek berbagai promo yang tersedia di Mitra10 sekarang!

5. Menguji Dioda

Untuk menguji apakah dioda mengalirkan arus listrik dalam satu arah, multimeter merupakan alat yang tepat. Jika dioda bermasalah, misalnya tegangan maju berada di luar rentang 0,6 V hingga 0,7 V, multimeter bisa mendeteksinya secara mudah.

6. Mengukur Kapasitansi

Multimeter mampu mengukur kapasitansi serta mendeteksi kerusakan atau penurunan performa kapasitor. Namun, fitur ini biasanya hanya tersedia pada beberapa multimeter modern sehingga Anda perlu mengeceknya.

Baca juga: Listrik Rumah Mati, Tetangga Tidak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Jenis-Jenis Multimeter

Jenis-Jenis Multimeter

Di dunia kelistrikan, multimeter hadir dengan beragam jenis yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengukuran. Berikut merupakan penjelasan terkait jenis-jenis multimeter:

1. Multimeter Analog

Multimeter analog juga dikenal dengan istilah Volt-Ohm-Milliammeter (VOM). Untuk menampilkan hasil pengukuran, multimeter klasik ini memanfaatkan jarum penunjuk yang bergerak di atas skala tercetak.

2. Multimeter Digital

Memanfaatkan tampilan digital, multimeter ini merupakan inovasi terkini dari multimeter analog. Untuk melakukan pengukuran, multimeter digital mengubah sinyal analog menjadi angka digital yang kemudian ditampilkan pada layar LCD atau LED.

Multimeter digital juga bisa digunakan untuk mengukur kelistrikan rumah tangga secara mudah. Nah, Anda bisa menemukan berbagai peralatan listrik rumah tangga secara praktis di Mitra10.

3. Multimeter Clamp

Multimeter clamp merupakan perangkat yang mampu mengukur arus listrik tinggi tanpa memutus rangkaiannya. Berkat kemampuan tersebut, jenis multimeter ini sering digunakan pada sistem bertegangan tinggi. Namun, jenis ini kurang akurat untuk pengukuran arus yang sangat kecil. 

4. Multimeter Bench

Multimeter bench memiliki tingkat presisi dan keakuratan yang tinggi serta didesain untuk pemakaian di bengkel, laboratorium, dan fasilitas produksi. Ukuran dari multimeter bench umumnya relatif besar sehingga sulit untuk dibawa ke mana-mana. 

Baca juga: Perbedaan DC dan AC: Penjelasan Lengkap, Contoh, dan Kegunaannya

Cara Menggunakan Multimeter

Cara Menggunakan Multimeter

Penggunaan multimeter yang sesuai bisa menjaga keselamatan penggunanya. Nah, berikut cara menggunakan multimeter yang tepat:

  • Pastikan kondisi baterai dan casing dalam kondisi baik. 
  • Pelajari berbagai tombol dan selektor.
  • Pilih parameter yang akan diukur dengan mengatur selektor. 
  • Jika menggunakan multimeter manual, pilih skala yang melebihi estimasi pengukuran.
  • Pasang probe hitam ke terminal COM, dan probe merah ke terminal VΩmA untuk tegangan, resistansi, serta arus kecil, atau ke terminal 10A/20A untuk arus besar.
  • Hubungkan probe ke titik yang akan diukur.
  • Baca hasil pengukuran. 

Agar pengukuran berlangsung secara aman, terapkan beberapa tips penting berikut ini:

  • Untuk nilai yang estimasinya belum diketahui, gunakan skala tertinggi. 
  • Putus rangkaian sebelum mengukur arus.
  • Jangan sentuh probe saat mengukur. 
  • Setelah digunakan, matikan multimeter dan lepaskan probe.
  • Jangan mengukur di luar kapasitas multimeter.
  • Ganti baterai jika sudah lemah.
  • Cek kondisi probe dan ganti jika rusak. 
  • Kalibrasi secara rutin.

Itulah penjelasan mengenai fungsi multimeter, jenis-jenis, dan cara tepat menggunakannya. Dengan memahami multimeter dengan baik, Anda dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan. 

Jangan lupa berkunjung ke blog Mitra10 untuk tips dan informasi menarik lainnya, mulai dari cara menghemat listrik sampai memasang instalasinya di rumah. 

Saat berbelanja di Mitra10, Anda pun berkesampatan untuk menikmati promo menarik apabila bertransaksi melalui kartu kredit bank sehingga produk rumah tangga bisa didapatkan dengan harga spesial!

Follow juga sosial media Mitra10 untuk info terbaru:

- Instagram: @mitra10_official

- TikTok: @mitra10_official

- X: @mitra10.official

Belanja keperluan renovasi, bahan bangunan, dan perlengkapan rumah hanya di Mitra10! Dapatkan harga promo terbaik untuk keperluan listrik hanya di Mitra10! Tersedia juga Mitra10 Protection sebagai perlindungan ekstra saat berbelanja produk pilihan di Mitra10.

Baca juga: Cara Kerja Genset: Fungsi, Komponen,Jenis dan Tips Memilihnya