14 October 2025

Waterproofing memang menjadi salah satu metode terbaik untuk mempersiapkan rumah menghadapi musim hujan. Namun, perlu Anda ketahui bahwa pengaplikasian waterproofing memiliki trik khusus untuk mendapatkan perlindungan maksimal.

Berikut ini tujuh hal yang harus diperhatikan saat waterproofing bagian-bagian rumah, mulai dari menyesuaikan material waterproofing sesuai jenis area, rekomendasi aplikasi lapisan serta penambahan primer untuk daya rekat tinggi, hingga penggunaan produk berkualitas. Sebelum itu, mari pahami terlebih dahulu tentang manfaat waterproofing saat musim hujan.

Kenapa Waterproofing Itu Penting di Musim Hujan?

Manfaat utama melakukan waterproofing sebelum musim hujan adalah untuk melindungi bangunan dari paparan air agar rumah tetap nyaman ditinggali. Selengkapnya, simak manfaat lainnya sebagai berikut.

Perlindungan Utama dari Kebocoran dan Lembab

Fungsi utama waterproofing adalah menjadi tameng rumah dari air hujan dan kelembapan. Bayangkan jika bagian rumah Anda yang rawan lembap justru tidak kedap air, lalu terkena curahan air hujan terus-menerus.

Bagian rumah tersebut lama-kelamaan pasti akan lembab, menjadi berjamur, hingga paling parah mengalami kebocoran yang akan mengganggu kenyamanan seisi rumah.

Menjaga Struktur Bangunan Tetap Kuat dan Awet

Selain mencegah masalah-masalah umum terkait kelembapan dan kebocoran, melakukan waterproofing juga menjadi upaya untuk menjaga struktur bangunan Anda agar tahan lama dan tahan berbagai cuaca. Masalah seperti dinding berjamur juga pasti perlahan mempengaruhi struktur di dalamnya, membuat dampak kerusakan material yang lebih merugikan.

Investasi Jangka Panjang untuk Kenyamanan Keluarga

Waterproofing memang membutuhkan biaya untuk membeli produk serta melakukan prosesnya. Namun, sebaiknya Anda memandang ini sebagai bagian dari perawatan rumah yang perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan yang memakan budget lebih.

Melakukan waterproofing juga bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kenyamanan hunian Anda hingga beberapa tahun ke depan. Untuk itu, terapkan ketujuh hal-hal berikut ini agar proses waterproofing Anda tidak sia-sia dan bisa mendapatkan hasil yang optimal.

1. Pilih Jenis Waterproofing Sesuai Kebutuhan Area

Pertama-tama, pastikan Anda sudah mengukur kesesuaian jenis waterproofing dengan area yang akan dilapisi. Apa saja jenis yang cocok untuk area tertentu? Cek rinciannya pada pembahasan berikut.

Waterproofing berbasis semen — cocok untuk kamar mandi, balkon, dan dinding luar

Jika Anda ingin membuat area kamar mandi, balkon, serta dinding eksterior menjadi kedap air, coba gunakan waterproofing berbasis semen. Ketiga area ini memiliki kesamaan yaitu ditutupi oleh lapisan yang menonjolkan estetika yaitu cat ataupun keramik.

Dalam proses pembangunannya, Anda bisa campurkan cairan semen menggunakan semen anti air, seperti produk dari Lemkra ini yang kuat melindungi bagian rumah dari rembesan dan bocoran, serta tangguh menahan beban hingga 5 bar.

hal yang harus diperhatikan saat waterproofing rumah semen anti bocor lemkra

Waterproofing membran bakar — ideal untuk atap datar dan area terbuka

Kalau Anda memiliki area rooftop atau atap yang akan sering digunakan, Anda bisa coba gunakan jenis waterproofing membran yang ideal untuk area datar. Waterproofing ini biasanya digunakan untuk area cold room di supermarket sehingga lapisannya terbukti tahan lama untuk pemakaian rumah.

Hanya saja, aplikasi jenis waterproofing ini harus dibakar sehingga Anda perlu memanggil tenaga profesional untuk melakukannya. Salah satu produk yang dapat mendukung proses waterproofing ini adalah Bituline Pelapis Kedap Air TS 13 dari Onduline sebagai lapisan primer sebelum mengaplikasikan waterproofing membran.

hal yang harus diperhatikan saat waterproofing rumah bituline primer onduline

Waterproofing berbasis cairan (liquid) — fleksibel untuk retakan kecil dan area sulit dijangkau

Jika Anda menghadapi kesulitan untuk melapisi waterproofing pada talang air, pipa drainase, atau area yang sulit dijangkau lainnya, coba aplikasikan jenis waterproofing cair seperti coating maupun cat pelapis anti bocor.

Jenis ini juga cocok digunakan pada area dinding dan lantai jika Anda menemukan retakan halus yang berpotensi membuat air merembes ke dalam material. Contoh produk yang dapat membantu Anda untuk waterproofing retakan rambut di dinding adalah pelapis anti bocor Aquatite dari Bondall yang memiliki elastisitas hingga 200%.

hal yang harus diperhatikan saat waterproofing rumah pelapis anti bocor bondall

Tips: Pastikan produk memiliki daya rekat tinggi dan tahan terhadap perubahan suhu ekstrem

Saat mencari produk, pastikan juga terdapat keterangan bahwa produk memiliki daya rekat tinggi serta tahan terhadap perubahan cuaca apapun. Kedua hal ini adalah faktor penting yang dibutuhkan sebuah produk agar bisa tahan lama. Anda tidak ingin bukan, melakukan waterproofing setiap pergantian musim?

2. Cek Kondisi Permukaan Sebelum Aplikasi

Setelah memilih jenis waterproofing, kini Anda masuk pada proses aplikasi. Sebelum masuk pada pengaplikasian waterproofing, Anda perlu menyiapkan permukaannya terlebih dahulu. Simak detailnya berikut ini.

Pastikan permukaan bersih, kering, dan bebas retakan

Katakanlah Anda sedang ingin melapisi dinding. Sebelum masuk pada lapisan waterproofing, bersihkan permukaan dari debu, noda, dan kotoran lainnya, misalnya ada bagian yang berjamur. Jika permukaan hanya kotor dari debu dan noda ringan, Anda bisa gunakan air hangat dan lap microfiber yang lembut agar tidak abrasif.

Namun, jika Anda menemukan noda jamur, lebih baik garuk permukaan dan tambal dengan plamir. Kalau yang ditemukan adalah retakan halus, tambal dengan sealant dengan daya rekat kuat, asal area sekitar retakan masih melekat dengan baik. Anda bisa coba gunakan Propan Proseal Sealant PAS 300 Clear yang bisa menyambung celah serta sangat kedap air.

hal yang harus diperhatikan saat waterproofing rumah sealant propan

Gunakan primer atau pelapis dasar bila diperlukan

Setelah memastikan permukaan bersih, Anda belum bisa melapisi dengan waterproofing. Gunakan primer atau cat dasar yang dapat membantu pelapis anti bocor melekat dengan baik dan tahan lama. Lenkote Cat Dasar Alkali Resisting dari Avian Brands ini cocok Anda gunakan sebagai lapisan dasar yang tahan alkali, dapat meningkatkan daya rekat dan ketahanan cat.

hal yang harus diperhatikan saat waterproofing rumah cat primer lenkote

Jangan langsung aplikasikan di permukaan lembab atau berjamur

Perlu diingat juga untuk tidak langsung melapisi permukaan bagian rumah yang lembab atau berjamur. Ini karena Anda tidak memperbaiki masalahnya terlebih dahulu. Area berjamur akan tetap menyebar meski sudah Anda lapisi waterproofing. Yang ada, Anda melakukan hal yang sia-sia.

3. Ketebalan Lapisan Harus Sesuai Standar

Jumlah lapisan waterproofing yang akan Anda aplikasikan juga perlu diperhitungkan. Mengapa? Simak alasannya berikut.

Lapisan terlalu tipis → tidak efektif menahan air

Ketika lapisan terlalu tipis, maka kinerja waterproofing menjadi tidak terlalu ampuh untuk menahan terjangan air hujan. Tak perlu menunggu waktu lama untuk lapisan ini pecah hingga menyebabkan rembesan atau bahkan berjamur.

Lapisan terlalu tebal → bisa retak atau mengelupas

Mengaplikasikan lapisan terlalu tebal juga tidak baik, karena akan rentan mengelupas. Ini juga berpengaruh pada elastisitas produk, menyebabkan lapisan bisa retak kapan saja ketika terjadi perubahan suhu maupun pergerakan struktur, terlebih jika Anda tinggal di tanah lembab.

Ikuti rekomendasi dari pabrikan produk waterproofing

Lalu, solusinya apa? Terapkan saran ketebalan yang sudah diatur oleh produk yang Anda beli. Mengingat formula dan material yang digunakan berbeda-beda, hanya brand dari produk yang memahami jumlah lapisan terbaik yang perlu Anda aplikasikan.

4. Perhatikan Titik Rawan Bocor

Agar proses waterproofing Anda berjalan menyeluruh, Anda juga patut memperhatikan area-area yang rawan bocor yang sering luput dari pandangan.

Sambungan antara dinding dan lantai

Area antara dinding dan lantai ini juga perlu diberikan lapisan waterproofing tetapi sering terlupakan. Tanpa disadari, sambungan dinding & lantai juga rentan terdapat retakan atau bahkan berjamur. Jadi, tetap cek dan masukkan bagian ini ke dalam proses waterproofing Anda.

Area pipa, talang air, atau celah ventilasi

Jangan salah, sistem drainase juga perlu dilapisi waterproofing untuk menghindari air merembes atau bahkan bocor yang menyebabkan jamur pada dinding atau bagian yang melekat dengan pipa dan talang air. Periksa juga celah-celah ventilasi rumah, khususnya di area rentan lembab seperti kamar mandi. 

Sudut-sudut atap dan pertemuan antar permukaan

Beberapa area seperti sambungan atap dan dinding, serta pertemuan antar permukaan seperti sambungan dinding dan lantai di poin pertama tadi memang sering terabaikan tapi justru rentan menjadi sumber utama kebocoran jika tidak ditangani dengan benar.

5. Lakukan Pengujian Setelah Aplikasi

Setelah membersihkan permukaan dan melapisi dengan primer, Anda bisa langsung memproses lapisan waterproofing. Setelah itu, lakukan beberapa pengujian berikut untuk memastikan waterproofing sudah diaplikasikan secara benar.

Tes rendam atau tes genangan air selama 24 jam

Pengujian pertama bisa Anda lakukan untuk mengecek fungsi kedap air. Jika pengujian dilakukan untuk dinding, Anda bisa menggoreskan kuas basah atau langsung menyemprotkan air. Namun, jika Anda menguji bagian datar yang luas seperti lantai atau dak beton atap, bisa coba tes menggunakan genangan air yang disiramkan pada bagian tersebut selama 24 jam.

Periksa apakah ada rembesan atau perubahan warna

Setelah melakukan pengujian dengan air, periksa beberapa hal seperti apakah dinding menggelembung, terdapat rembesan di dak beton, atau paling kentara bisa dilihat dari perubahan warna. Jika Anda mendapat warna lebih gelap dari area yang tidak diuji air, maka lapisan waterproofing kemungkinan belum diaplikasikan secara sempurna.

Pastikan lapisan mengering sempurna sebelum ditutup finishing

Jika sudah lolos uji, tunggu lapisan waterproofing mengering sempurna. Durasi pengeringan ini juga mengikuti petunjuk penggunaan dari produk masing-masing. Ada yang bisa mengering hanya dalam 3 jam, ada juga yang membutuhkan waktu 24 jam. Patuhi aturan kering ini sebelum mengaplikasikan lapisan lainnya untuk finishing.

6. Gunakan Produk Waterproofing Berkualitas

Selain memperhatikan proses aplikasi, Anda juga perlu menentukan pilihan produk yang tepat. Kualitas barang akan berpengaruh pada ketahanan lapisan waterproofing. Cek kriterianya berikut.

Pilih merek terpercaya dengan sertifikasi tahan air

Pastikan Anda memilih produk dari brand terpercaya yang terbukti kualitasnya. Anda bisa coba cek review penggunaan dari pelanggan sebelumnya untuk memeriksa ketahanan produk. Cek juga apakah produk yang Anda incar sudah mengantongi sertifikasi tahan air. Salah satunya produk Cat Pelapis Anti Bocor water-based dari Aquaproof yang memiliki SNI 8665:2018.

hal yang harus diperhatikan saat waterproofing rumah cat pelapis anti bocor aquaproofPertimbangkan produk ramah lingkungan dan mudah diaplikasikan

Selain melihat fungsinya, pastikan juga untuk memilih produk yang ramah lingkungan, mengingat produk waterproofing menggunakan bahan-bahan kimia yang jika tidak diatur dengan baik akan berpengaruh kepada kesehatan penghuni rumah. Produk primer waterproofing dari Propan ini sudah memiliki formula ramah lingkungan yang juga anti rembes.

hal yang harus diperhatikan saat waterproofing rumah primer anti bocor propan

Sesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia yang lembap dan curah hujan tinggi

Terakhir, pastikan produk yang Anda pilih bisa bertahan untuk menghadapi curah hujan tinggi maupun panas berkepanjangan di musim kemarau. Sudah banyak produk waterproofing yang dirancang bisa bertahan di iklim musim Indonesia, namun Anda perlu memastikan kembali saat proses pembelian.

7. Rawat Secara Berkala untuk Ketahanan Maksimal

Tips terakhir yang perlu Anda lakukan adalahh perawatan. Sebagus apapun produk dan sebaik apapun proses aplikasinya, jika Anda tidak melakukan perawatan secara berkala, semua usaha di awal tersebut akan sia-sia. Berikut cara perawatan yang benar.

Periksa ulang setiap 1-2 tahun, terutama sebelum musim hujan

Pastikan Anda melakukan pemeriksaan berkala setiap 1-2 tahun untuk mengecek apakah lapisan waterproofing masih terpasang dengan baik, terlebih sebelum memasuki musim hujan. Meski hanya pengecekan, upaya ini penting dilakukan agar rumah Anda siap menghadapi hantaman air hujan.

Bersihkan area talang dan permukaan waterproofing dari kotoran

Jangan lupa juga untuk membersihkan secara berkala bagian-bagian yang dilapisi waterproofing minimal 6 bulan sekali. Cek juga apakah talang air masih terlapisi waterproofing dengan baik. Perawatan ini akan membantu Anda meminimalisir kerusakan minor yang diakibatkan dari kotoran.

Segera perbaiki jika ada bagian yang mulai mengelupas atau retak

Jika pada pengecekan ditemukan bagian yang rusak, maka segera lakukan perbaikan. Anda bisa coba tambahkan lapisan waterproofing kembali, dengan catatan tetap harus melakukan langkah perbaikan seperti membersihkan permukaan dan menambal retakan.

Saatnya Lindungi Hunian dari Sekarang

Menerapkan waterproofing adalah kunci utama mempersiapkan rumah dari terjangan air selama musim hujan. Dengan melapisi bagian rumah untuk kedap air, Anda juga sedang berupaya menjaga kenyamanan rumah selama musim hujan, serta menghindari kerugian akibat kerusakan material karena tidak dirawat dengan baik.

Semua upaya ini bisa Anda lakukan dengan memilih produk yang tepat dan tahan lama. Mitra10 hadir dengan pilihan produk waterproofing #SelengkapItu dan berkomitmen mempertahankan #RumahNyaman untuk Anda selama musim hujan.

Jika Anda pelanggan setia Mitra10, Anda juga bisa dapatkan promo spesial dengan melakukan transaksi selama event Shopvaganza 2025 mulai 1 Oktober-31 Desember 2025. Produk terbaik dari Jotun, Propan, Aquaproof, Mowilex, dan brand-brand waterproofing terkemuka di bidangnya juga hadir di pesta promo akhir tahun Mitra10 ini.

Cukup dengan lakukan pembelian baru minimal Rp2.500.000, Anda bisa berkesempatan memenangkan hadiah utama yaitu liburan ke 3 negara Eropa sekaligus! Ada juga hadiah motor, mobil, iPhone, dan hadiah menarik lainnya yang bisa Anda dapatkan. Cek katalog produk dan brand yang ikutan Promo Shopvaganza 2025 dan menangkan hadiah utamanya!

Nikmati promo bank dari Panin Bank, Bank BNI, UOB, Bank Permata, hingga Bank OCBC NISP. Untuk Anda yang lebih suka fleksibel, tersedia juga promo paylater dari Indodana dan Kredivo.

Gunakan metode pembayaran favorit Anda dan rasakan pengalaman belanja yang mudah dan menyenangkan hanya di Mitra10!

Kunjungi blog Mitra10 untuk inspirasi desain dan tips rumah lainnya.

Follow kami untuk info terbaru:

Belanja renovasi dan perlengkapan rumah di mitra10.com. Download aplikasi Mitra10 di Playstore atau App Store untuk kemudahan berbelanja.

Dapatkan promo terbaik klik disini, hanya di Mitra10! 

Tersedia juga Mitra10 Protection sebagai perlindungan ekstra saat berbelanja produk pilihan di Mitra10.