Intip Keunikan 7 Rumah Adat Suku Batak: Jenis dan Maknanya yang Filosofis

rumah adat suku batak
8 January 2024

Rumah Adat Suku Batak di Sumatera Utara menjadi bagian yang berharga dari warisan budaya Indonesia. Berkat dedikasi masyarakat dalam melestarikan peninggalan bersejarah, rumah adat Sumut masih dapat ditemui hingga saat ini.

Keanekaragaman rumah adat di Sumatera Utara tidak terbatas pada satu jenis saja; sebaliknya, terdiri dari berbagai jenis. Hal ini dipengaruhi oleh keberagaman suku Batak di provinsi tersebut, termasuk Suku Tapanuli atau Toba, Suku Karo, Suku Simalungun, Suku Mandailing, dan Suku Pakpak.

Temukan penjelasan lengkap mengenai Rumah Adat Suku Batak, termasuk sejarah, jenis, serta keunikan dan ciri khasnya.

Siapa Itu Suku Batak?

Suku Batak adalah kelompok etnis yang berasal dari wilayah utara Pulau Sumatera, Indonesia. Dikenal dengan kekayaan budaya yang khas, suku Batak terbagi menjadi beberapa kelompok, seperti Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing, dan Batak Pakpak. 

Bahasa dan adat istiadat yang berbeda membedakan kelompok-kelompok ini, namun, mereka memiliki kesamaan dalam mempertahankan tradisi musik, tarian, seni ukir, dan seni tekstil yang kaya. 

Rumah adat Batak, seperti "rumah bolon" milik Batak Toba, mencerminkan keindahan arsitektur tradisional dengan atap bertingkat dan ukiran-ukiran artistik. 

Melalui kebudayaan yang unik ini, suku Batak telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberagaman dan sejarah budaya Indonesia.

Sejarah Rumah Adat Suku Batak

Rumah adat suku Batak, seperti "rumah bolon" yang merupakan ciri khas suku Batak Toba, memiliki sejarah yang kaya dan unik. Dibangun dari kayu dan bambu, rumah adat ini menonjol dengan atap bertingkat tinggi, mencerminkan hierarki sosial dalam masyarakat Batak. 

Setiap tingkatnya melambangkan status keluarga, sementara ukiran-ukiran artistik pada dinding dan pilar rumah bolon memiliki makna simbolis yang terkait dengan kepercayaan, mitologi, dan nilai-nilai budaya suku Batak.

Seiring perkembangan zaman, meskipun banyak suku Batak beralih ke rumah modern, upaya pemeliharaan dan restorasi rumah adat terus dilakukan untuk menjaga keaslian dan warisan budaya. 

Rumah adat Batak, termasuk jenis-jenis lainnya seperti rumah adat Batak Karo dan Batak Simalungun, menjadi simbol hidup sejarah panjang suku Batak. Meskipun kata-kata ini merefleksikan masa lalu, rumah adat suku Batak juga berperan sebagai lambang kebanggaan dan keberlanjutan, mengingatkan kita akan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ciri Khas Rumah Adat Suku Batak

Rumah adat suku Batak memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari rumah adat kelompok etnis lain. Salah satu ciri yang paling mencolok adalah bentuk rumah panggung, dengan bangunan utama yang terdiri dari tempat tinggal dan lumbung padi. Rumah ini biasanya memiliki atap bertingkat tinggi, dengan desain pelana kuda yang terbuat dari daun rumbia atau ijuk.

Ciri lainnya adalah ukiran artistik yang menghiasi dinding dan pilar rumah. Ukiran ini bukan hanya sebagai dekorasi, tetapi juga memiliki makna filosofis dan sering kali mencerminkan kepercayaan serta mitologi suku Batak. 

Selain itu, rumah adat ini memiliki interior yang terbagi dalam beberapa bagian, termasuk bagian bawah untuk hewan, bagian tengah sebagai tempat beraktivitas penghuni, dan bagian atas yang disebut ginjang. Semua ciri khas ini menciptakan identitas unik dan memukau dari rumah adat suku Batak.

Keunikan Rumah Adat Suku Batak

Keberagaman desain dan arsitektur Rumah Adat suku Batak menjadi ciri khas yang membedakan antar-kelompok di dalam suku tersebut. Meski memiliki akar budaya yang sama, setiap rumah adat mencerminkan keunikan melalui desain atap yang bervariasi, seperti bentuk perahu, gunting, atau segitiga runcing. 

Perbedaan tersebut juga tercermin dalam struktur keseluruhan dan bagian depan rumah adat Sumatera Utara. Dengan ragam ini, Rumah Adat suku Batak tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ekspresi seni dan identitas kultural yang memperkaya warisan tradisional Sumatera Utara.

7 Jenis Rumah Adat Suku Batak dan Maknanya

1. Rumah Bolon (Batak Toba)

rumah bolon

Sumber: Pariwisataindonesia.id

Rumah Adat Bolon, ciri khas suku Batak, memiliki dimensi yang luas, dan keunikan lainnya terletak pada kelangkaannya. Hanya ada satu rumah adat Bolon di setiap kampung atau huta (dalam bahasa Batak), karena biayanya yang mahal. Menurut informasi dari radio edukasi.kemdikbud.go.id, rumah ini dapat menampung 5 hingga 6 keluarga. Untuk memasuki rumah, tangga ganjil harus dinaiki, dan pengunjung harus menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan kepada pemilik rumah.

Di dalamnya, terdapat ruangan bernama "Jabu Bong" di sudut belakang, dihuni oleh anggota keluarga tertinggi. Sementara "Porjabu Bong" untuk keluarga besar. Bagian sudut kiri atas adalah "Jabu Soding" untuk wanita yang sudah menikah, dan sudut kiri depan adalah "Jabu Suhat" untuk anak laki-laki tertua. Bagian luar memiliki "Slap Plate" untuk tamu. Dekorasi rumah ini, seperti Gorga dan hiasan gajah, memiliki nilai simbolis melawan bencana dan menolak sihir dari luar.

Ruang dalam Rumah Bolon terbagi menjadi dua bagian: lopo sebagai tempat raja, sementara ruang dalam diperuntukkan untuk istri dan anak-anaknya. Di tengah ruangan terdapat tiang utama berwarna putih, merah, dan hitam yang dihiasi dengan tanduk-tanduk kerbau, menciptakan suasananya yang kaya simbolisme dan tradisi suku Batak.

2. Rumah Siwaluh Jabu (Batak Karo)

rumah adat suku batak

Sumber: Kompas.com

Rumah adat suku Batak Karo ini memiliki atap bertingkat dan bentuk yang mirip dengan Rumah Bolon. Bagian tengah rumah, disebut jabu, digunakan untuk berkumpul dan beraktivitas.

Rumah adat Batak Karo yang menonjolkan dua pintu atau "ture" yang dikenal sebagai "ture jahe" dan "ture julu". Atapnya berbentuk trapesium dengan tutup atap depan berbentuk segitiga.

Biasanya, rumah adat Batak Karo ditempati oleh delapan keluarga dan dibangun tanpa memerlukan penyambungan, melainkan menggunakan pasak atau diikat dengan ijuk dalam konstruksinya.

3. Rumah Godang

rumah adat suku Batak

Sumber: Dok.Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal

Rumah Godang adalah rumah adat suku Batak Mandailing. Awalnya, rumah adat ini menjadi tempat tinggal dan istirahat para raja, tetapi sekarang telah menjadi bagian integral dari warisan budaya, digunakan oleh masyarakat suku Mandailing sebagai tempat pertemuan dan musyawarah warga.

Rumah adat suku Batak ini memiliki karakteristik khas, termasuk bentuk persegi panjang ke belakang dengan atap segitiga gunting. Bagian atap ini juga dikenal dengan sebutan tarup silengkung dolok atau bentuk atap pedati.

Keberadaan rumah adat Bagas Gondang tidak hanya memperkaya kultur suku Mandailing tetapi juga menjadi lambang penting dari kekayaan warisan budaya rumah adat suku Batak.

4. Rumah Adat Batak Pakpak

rumah adat batak pakpak

Sumber: batak-network.blogspot.com

Dibanding rumah adat suku Batak lainnya, Rumah Pak-pak menonjolkan kecerahan warna yang lebih mencolok. Warna merah dan jingga mendominasi atap serta dinding rumah, meskipun beberapa Rumah Pak-pak tetap mempertahankan nuansa coklat dan hitam.

Keunikan dari rumah adat suku Batak ini terlihat pada desain atap yang menyerupai tanduk kerbau, yang mengandung filosofi semangat kepahlawanan. Artinya, pemilik rumah tidak akan menyerah di bawah tekanan apapun dan tetap kuat menghadapi berbagai situasi.

Rumah Pak-pak dengan ciri khas ini menjadi salah satu representasi indah dari warisan budaya rumah adat suku Batak.

5. Rumah Sabatang (Batak Simalungun)

rumah sabatang

Sumber: Gramedia Blog

Rumah adat Simalungun memukau dengan ukurannya yang sangat besar, mengungguli rumah adat Sumatera Utara lainnya. Ciri khasnya terletak pada bangunan berbentuk limas dengan tipe rumah panggung, kolongnya dibuat setinggi dua meter untuk menghindari serangan babi hutan dan hewan liar lainnya.

Area kaki rumah adat Simalungun dihiasi dengan kayu-kayu penyangga yang diukir dan berwarna-warni. Pintunya sengaja dibuat pendek, mendorong tamu untuk memberikan penghormatan dengan membungkuk saat memasuki rumah. Sejarahnya, rumah adat Simalungun pertama kali dibangun oleh Raja Simalungun pada tahun 1939, menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya rumah adat suku Batak.

6. Rumah Angola

rumah angola

Sumber: Gramedia Blog

Rumah adat suku Batak Angkola, yang menjadi bagian terakhir dari rumah adat Sumatera Utara, memperlihatkan karakteristik yang unik. Dibangun dari papan kayu untuk lantai dan dinding, sedangkan atapnya terdiri dari ijuk dan tanah liat.

Meskipun banyak yang mencocokkan rumah adat Sumatera Utara dengan rumah adat Bagas Godang, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Baik dari bentuk, suku, hingga warna bangunan, rumah adat Angkola mempertahankan ciri khasnya.

Bangunannya berbentuk kotak dengan atap yang lebih besar, sementara area atap yang lebih kecil memiliki bentuk segitiga yang unik. Warna dominan rumah adat Angkola melibatkan kombinasi putih, coklat tua, dan oranye, menciptakan pesona khas dalam ragam warna rumah adat suku Batak.

7. Rumah Adat Nias

rumah adat nias

Sumber: Gramedia Blog

Rumah adat suku Batak Nias mencerminkan keunikan suku ini, yang terkenal tidak hanya dengan tradisi lompat batu tetapi juga dengan arsitektur khasnya.

Terdapat dua jenis rumah adat Nias, Omo Hada dan Omo Sebua, yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Omo Hada, berbentuk rumah panggung, menjadi tempat tinggal bagi rakyat biasa, dengan bentuk persegi di Nias Utara dan oval di Nias Selatan.

Bagian atap Omo Hada dilengkapi dengan jendela yang dapat dibuka, memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan. Sementara Omo Sebua, yang lebih megah, dihuni oleh kepala desa atau kepala negeri, menambahkan kekayaan ragam arsitektur rumah adat Batak di Nias.

Makna Filosofis Rumah Adat

Rumah adat suku Batak memiliki makna filosofis yang mendalam, mencerminkan nilai-nilai dan keyakinan masyarakat Batak. Berikut adalah beberapa makna filosofis yang terkandung dalam rumah adat suku Batak:

1. Simbol Keharmonisan Alam

Desain rumah adat suku Batak sering kali mencerminkan harmoni dengan alam sekitar. Bangunan yang menghadap ke arah matahari terbit dan terbenam serta menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu dan ijuk menunjukkan hubungan yang erat dengan lingkungan.

2. Perlambang Kedudukan Keluarga

Struktur rumah adat yang terbagi menjadi beberapa bagian, seperti lopo, ginjang, dan tempat hewan, mencerminkan hierarki dan kedudukan setiap anggota keluarga. Hal ini memberikan arti bahwa setiap individu memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

3. Penjaga Tradisi dan Identitas

Dekorasi, ukiran, dan ornamen yang ada pada rumah adat merupakan warisan budaya dan identitas suku Batak. Mereka menjadi simbol keberlanjutan tradisi, dan setiap motif atau pola ukiran sering memiliki makna filosofis yang mengaitkan dengan sejarah dan kepercayaan lokal.

4. Tanda Keseimbangan dan Keberlanjutan

Konsep atap rumah adat yang menjulang tinggi, sering kali berbentuk seperti tanduk kerbau, melambangkan semangat kepahlawanan dan keseimbangan dalam hidup. Penggunaan bahan-bahan yang tahan lama seperti kayu dan tanah liat juga mengekspresikan keinginan untuk keberlanjutan rumah adat itu sendiri.

5. Ritual dan Kehormatan

Bagian-bagian tertentu dari rumah adat, seperti lopo atau tempat hewan, dapat dihubungkan dengan ritual dan upacara tertentu. Pintu yang rendah sering kali dimaknai sebagai simbol penghormatan dan rasa rendah hati ketika memasuki rumah.

Rumah adat suku Batak, dengan segala elemen arsitektur dan dekorasinya, bukan hanya struktur fisik tempat tinggal, tetapi juga sarana untuk menyampaikan makna filosofis dan mendalamkan hubungan antara masyarakat dan warisan budayanya.

Tips Merawat Rumah Adat Suku Batak

Merawat rumah adat suku Batak memerlukan perhatian khusus agar keindahan dan nilai budayanya tetap terjaga. Berikut adalah beberapa tips merawat rumah adat suku Batak:

  1. Periksa dan Perbaiki Struktur Bangunan: Lakukan pemeriksaan rutin terhadap pondasi, dinding, dan atap. Perbaiki kerusakan segera untuk menjaga kekokohan rumah adat.
  2. Pembersihan dan Perawatan Kayu: Lindungi kayu dari serangan serangga dan kerusakan akibat cuaca dengan pembersihan dan perawatan khusus.
  3. Pertahankan Kebersihan Dekorasi dan Ukiran: Rawat dengan hati-hati dekorasi serta ukiran pada rumah adat untuk menjaga nilai estetika dan filosofinya.
  4. Jaga Kontrol Kelembaban: Pastikan sirkulasi udara yang baik dan atur tingkat kelembaban agar rumah adat terhindar dari masalah kelembaban.
  5. Edukasi Masyarakat dan Keterlibatan Aktif: Sosialisasikan pentingnya pelestarian rumah adat suku Batak kepada masyarakat. Libatkan mereka dalam kegiatan pemeliharaan untuk mendukung keberlanjutan budaya ini.

Rekomendasi Cat Rumah Terbaik

Dalam merawat rumah adat suku Batak, Anda juga perlu memilih cat rumah terbaik. Berikut rekomendasi cat rumah adat suku Batak: 

Jangan lupa berkunjung ke blog Mitra10 untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi desain interior, eksterior, dan tips untuk meningkatkan kenyamanan rumahmu.

Follow juga social media Mitra10 agar Anda tidak ketinggalan info ter-update lainnya:

Instagram @mitra10_official

TikTok @mitra10_official

Twitter @mitra10.official

Belanja keperluan renovasi, bahan bangunan, dan perlengkapan rumah hanya di mitra10.com.

Download juga aplikasi Mitra10 di Playstore untuk berbelanja yang lebih mudah.

Belanja keperluan untuk dekorasi rumah dan dapatkan harga promo terbaik di awal tahun 2024 dengan klik disini, hanya di Mitra10!