20 September 2025

Kebutuhan ruang yang semakin meningkat seiring bertambahnya anggota keluarga kerap membuat pemilik rumah memimpikan untuk merenovasi rumah menjadi 2 lantai. Sebab, menambah tingkat dapat melipatgandakan luas hunian tanpa harus membeli tanah baru yang harganya semakin mahal.

Namun, tanpa perencanaan matang, proses renovasi ini bisa menimbulkan banyak masalah baru, seperti pembengkakan biaya, keterlambatan jadwal, kebocoran, hingga kegagalan struktur. Oleh karena itu, mari simak tips untuk merenovasi rumah menjadi 2 lantai di artikel ini.

Tips Renovasi Rumah Menjadi 2 Lantai

1. Periksa Kekuatan Struktur dan Fondasi Lama

Jangan pernah berasumsi bahwa struktur rumah satu lantai Anda otomatis kuat untuk menopang beban lantai dua. Sengaja menambah beban pada struktur yang tidak dirancang untuk itu akan menimbulkan bencana.

Sebelum renovasi, sewa jasa insinyur sipil untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Mereka akan menilai kekuatan fondas, serta memeriksa kondisi kolom, balok, dan sloof. 

Dari hasil analisis ini, mereka akan memberikan rekomendasi apakah struktur lama perlu diperkuat atau harus dibangun ulang.

2. Urus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Sejak Awal

Merenovasi rumah dengan menambah lantai secara hukum wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) baru. Proses pengurusan IMB membutuhkan waktu dan kelengkapan dokumen, seperti gambar desain dari arsitek.

Jika Anda nekat membangun tanpa IMB, risikonya cukup besar. Pihak berwenang berhak menghentikan paksa proyek Anda kapan saja, memberikan denda, bahkan mengeluarkan perintah pembongkaran. 

Alangkah baiknya, urus IMB sejak awal, bahkan sebelum Anda memulai proses pembongkaran.

3. Buat Desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang Matang

Bekerja samalah dengan arsitek profesional. Arsitek akan membuat denah yang sesuai dengan keinginan Anda dan memikirkan aspek-aspek penting seperti:

  • Di mana posisi tangga yang paling tidak memakan tempat? Bagaimana agar sirkulasi udara dan cahaya di lantai bawah tetap optimal?
  • Bagaimana agar tampilan rumah 2 lantai Anda terlihat serasi dan indah?
  • Arsitek akan membantu menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sangat detail, mulai dari kebutuhan material hingga upah kerja. RAB ini akan menjadi panduan Anda untuk mengontrol pengeluaran dan menghindari pembengkakan biaya.

4. Pilih Sistem Peninggian yang Tepat

Secara umum, ada dua metode utama untuk menambah lantai. Diskusikan dengan kontraktor dan arsitek Anda mana yang paling sesuai dengan kondisi, anggaran, dan target waktu.

Ada tiga metode untuk peninggian barang, yaitu:

  • Membongkar Atap Lama: Seluruh struktur atap dibongkar, dinding lantai satu ditinggikan, lalu lantai dua dibangun di atasnya sebelum memasang atap baru.
  • Meninggikan Atap (Jack-Up): Atap diangkat menggunakan alat hidrolik, lalu dinding lantai dua dibangun di bawahnya.
  • Material Dak: Anda bisa memilih antara dak beton konvensional (cor di tempat) atau menggunakan panel lantai ringan yang proses pemasangannya cepat dan bebannya lebih ringan bagi struktur.

5. Rencanakan Ulang Jalur Utilitas (Listrik, Air, dan AC)

Menambah lantai berarti menambah kebutuhan utilitas. Kesalahan umum adalah baru memikirkan jalur pipa atau kabel setelah struktur jadi. Sebaiknya, rencanakan ini sejak awal dalam gambar desain Anda. 

Tentukan di mana titik lampu, sakelar, stop kontak, jalur pipa air bersih dan kotor untuk kamar mandi di lantai dua, serta jalur pembuangan air AC. 

Hindari membongkar kembali dinding atau lantai beton yang sudah jadi untuk membuat jalur baru karena akan sangat merepotkan dan memakan biaya besar.

6. Pilih Kontraktor Profesional, Bukan Sekadar Tukang

Untuk proyek sebesar ini, jangan pertaruhkan investasi pada pemborong atau tukang harian tanpa ikatan yang jelas. Pilihlah kontraktor profesional yang memiliki badan usaha. 

Sebab, kontraktor memiliki kontrak jelas yang mencantumkan semua detail pekerjaan, spesifikasi material, harga, dan jadwal tertuang dalam surat perjanjian kerja. 

Mereka juga yang akan mengelola semua tukang, mengawasi pekerjaan harian, dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Yang paling penting, kontraktor profesional biasanya memberikan masa garansi atau pemeliharaan setelah proyek selesai.

7. Siapkan Rencana Relokasi Sementara

Proses renovasi struktural, terutama pembongkaran atap dan pengecoran, akan sangat berisik, berdebu, dan membahayakan keselamatan. Tinggal di dalam rumah yang sedang direnovasi besar-besaran sangat tidak dianjurkan, apalagi kalau Anda memiliki anak kecil. 

Rencanakan untuk tinggal sementara di tempat lain, misalnya menyewa rumah kontrakan terdekat atau menumpang di rumah kerabat, setidaknya selama fase-fase renovasi.

Estimasi Biaya yang Dibutuhkan

Memberikan angka pasti sebenarnya tak bisa dilakukan karena biaya sangat bervariasi tergantung lokasi, luas bangunan, kualitas material, dan reputasi kontraktor.

Namun, sebagai gambaran kasar, berikut komponen biayanya:

  • Biaya Perencanaan: Mencakup jasa arsitek, jasa insinyur struktur untuk cek kekuatan bangunan, dan biaya pengurusan IMB. Alokasikan sekitar 5-10% dari total anggaran proyek untuk pos ini.
  • Biaya Konstruksi Struktural: Secara umum, biaya untuk menambah lantai (material + upah kerja) berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 5,5 juta per meter persegi (m²). Angka ini biasanya mencakup pekerjaan fondasi, struktur beton, dinding, dan atap. Contoh, kalau ingin menambah lantai seluas 60 m², maka estimasi biaya strukturalnya adalah: 60 m² x Rp 4.000.000 = Rp 240.000.000.
  • Biaya Finishing: Mencakup pembelian dan pemasangan lantai (keramik/vinyl), cat dinding, plafon, kusen, pintu, jendela, instalasi listrik, dan pemasangan sanitasi (kloset, shower, wastafel). Biayanya bervariasi tergantung selera Anda.
  • Biaya Tak Terduga: Selalu siapkan dana darurat minimal 10-15% dari total anggaran untuk mengantisipasi pekerjaan tambahan atau kenaikan harga material.

Ciptakan Rumah Impianmu, Beli Kebutuhannya di Mitra10 yang #SelengkapItu!

Setelah perencanaan matang dan anggaran siap, pastikan untuk menggunakan material bangunan berkualitas agar rumah kokoh, aman, dan tahan lama. Mitra10 hadir sebagai solusi satu atap untuk semua kebutuhan renovasi skala besar Anda.

Kunjungi blog Mitra10 untuk inspirasi desain dan tips rumah lainnya.

Follow kami untuk info terbaru:

Belanja renovasi dan perlengkapan rumah di mitra10.com. Download aplikasi Mitra10 di Playstore atau App Store untuk kemudahan berbelanja.

Dapatkan promo terbaik klik disini, hanya di Mitra10! 

Tersedia juga Mitra10 Protection sebagai perlindungan ekstra saat berbelanja produk pilihan di Mitra10.