Atap spandek menjadi salah satu jenis atap yang banyak digunakan pada rumah modern, gudang, hingga kanopi. Material ini dikenal ringan, kuat, dan pemasangannya relatif cepat dibandingkan jenis atap lainnya.
Sebelum membeli atau memasang atap spandek, penting untuk mengetahui ukuran standar spandek, mulai dari lebar, ketebalan, hingga panjangnya. Dengan mengetahui ukuran tersebut, Anda dapat menghitung kebutuhan material dengan lebih akurat.
Ukuran Atap Spandek
Ada beragam variasi pada ukuran dan ketebalan atap spandek. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan bangunan dan selera. Secara umum, atap spandek memiliki lebar 78 sentimeter hingga 1 meter dan panjangnya mencapai 6 meter.
Namun, beberapa toko material menyediakan beragam ukuran atap spandek dan Anda dapat custom sesuai kebutuhan.
Ukuran Standar Atap Spandek
Secara umum, ukuran atap spandek yang beredar di pasaran memiliki spesifikasi sebagai berikut.
| Komponen | Ukuran |
| Lebar Spandek | 600 mm - 1000 mm |
| Ketebalan Spandek | 0.25 mm - 0.50 mm |
| Panjang Spandek | 3 m - 6 m (bisa custom hingga 12 m) |
Ukuran ini dapat berbeda tergantung produsen serta jenis spandek yang digunakan.
Jenis Atap Spandek
/https%3A%2F%2Fweb.mitra10.com%2Fmedia%2FBlog%2FJenis_Atap_Spandek.jpg)
Ada beragam variasi dari jenis atap spandek yang dapat Anda temui sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini ulasan lengkap jenis atap spandek.
1. Atap Spandek Zincalume
Jenis yang pertama ini tidak hanya digunakan sebagai atap rumah, tapi juga kerap digunakan untuk atap kanopi. Ada dua pilihan pola pada jenis ini, yaitu gelombang besar dan gelombang kecil. Atap jenis zincalume adalah produk baja terberat yang tahan pada korosi dan goresan.
2. Atap Spandek Pasir
Jenis yang kedua kerap kali digunakan pada perubahan dengan desain minimalis dan dipadukan dengan struktur atap baja ringan. Jika dibandingkan dengan bahan sebelumnya, atap ini punya berat yang jauh lebih ringan dan kemampuan meredam suara lebih baik.
3. Atap Spandek Transparan
Jenis atap ini biasa digunakan di area yang membutuhkan cahaya matahari lebih. Atap jenis ini terbuat dari material plastik, sehingga cenderung lebih ringan dan harganya pun lebih terjangkau.
Atap spandek transparan cocok digunakan untuk laundry room karena pakaian yang dijemur tetap bisa memperoleh sinar matahari yang cukup tanpa khawatir akan kehujanan. Yuk, mulai lengkapi laundry room Anda dengan produk-produk dari Mitra10 berikut:
Baca juga: 7 Jenis Atap Kanopi: Fungsi & Tipe yang Populer di Indonesia
4. Atap Spandek Warna
Bagi Anda yang tidak menyukai atap polos, jenis yang satu ini bisa menjadi pertimbangan. Sebab, jenis ini memiliki banyak pilihan warna yang terbuat dari material zincalume.
Namun, karena proses modifikasi warna dilakukan dengan cara coating agar warna tidak mudah pudar, harga atap ini lebih mahal dari tipe lainnya.
5. Atap Spandek Kliplok
Atap spandek jenis kliplok memiliki teknologi pengunci dan pengikat di atapnya agar memudahkan Anda dalam proses pemasangan dan lebih tahan terhadap bocor.
6. Atap Spandek Galvalum
Atap spandek galvalum terbuat dari baja yang dilapisi dengan campuran seng dan alumunium sehingga lapisan ini bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap korosi dan karat.
Atap jenis ini memiliki kekuatan struktural yang memadai dan merupakan pilihan yang andal untuk berbagai jenis bangunan.
Keunggulan Atap Spandek
/https%3A%2F%2Fweb.mitra10.com%2Fmedia%2FBlog%2FKeunggulan_Atap_Spandek.jpg)
Atap spandek memiliki keunggulan yang membuatnya dipilih banyak orang sebagai perlindungan atap. Berikut beberapa kelebihan utama atap spandek.
- Proses pemasangan jauh lebih mudah karena bentuknya yang simpel sehingga tidak membutuhkan keahlian khusus.
- Atap berbentuk gelombang menjadikannya lebih tahan terhadap terpaan angin.
- Tersedia banyak pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan konsep rumah.
- Ketebalan atap spandek memang hanya sekitar 0,3 mm hingga 0,5 mm, tapi hal ini tidak mudah pecah karena terbuat dari bahan berkualitas.
- Memiliki daya serap sinar matahari tinggi sehingga bisa menjaga udara di dalam ruangan tetap sejuk. Dengan demikian, atap spandek cocok digunakan pada rumah di daerah tropis.
- Atap spandek dapat mudah didaur ulang sehingga jauh lebih ramah lingkungan.
- Harga lebih terjangkau dibandingkan dengan jenis atap lainnya. Tentu dapat mengehmat biaya konstruksi.
Baca juga: 7 Rekomendasi Model Teras Rumah Panjang yang Estetik
Kekurangan Atap Spandek
Selain kelebihan, atap spandek juga memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan dari atap spandek diantaranya:
- Dapat menimbulkan suara yang cukup bising saat hujan turun dengan deras. Tapi tenang, Anda dapat menggunakan teknik insulasi agar suara hujan tidak mengganggu.
- Anda memerlukan perawatan lebih rutin agar warna atap tidak mudah pudar.
- Jika atap bolong atau rusak, atap spandek tidak dapat diperbaiki. Maka Anda perlu menggantinya dengan yang baru.
Harga Atap Spandek Tergantung Ketebalan
Harga spandek dapat berbeda tergantung ketebalan serta jenis lapisan material.
Berikut gambaran kisaran harga spandek per meter.
| Ketebalan | Kisaran Harga |
| 0.25 mm | Rp.60.000 |
| 0.30 mm | Rp.70.000 |
| 0.35 mm | Rp.85.000 |
| 0.40 mm | Rp.100.000 |
| 0.50 mm | Rp.130.000 |
Harga tersebut dapat berbeda tergantung lokasi pembelian serta merek produk
Rekomendasi Harga Atap Spandek
Setiap jenis atap spandek memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung pada spesifikasi yang dipilihnya dan daerah distribusinya. Berikut ini daftar harga atap spandek tahun 2024 (harga dapat berubah sewaktu-waktu).
|
Produk |
Harga |
|
Mulai dari Rp950.000-an | |
|
Mulai dari Rp60.000-an | |
|
Mulai dari Rp1.000.000-an | |
|
Mulai dari Rp45.000-an | |
|
Mulai dari Rp240.000-an | |
|
Mulai dari Rp37.000-an | |
|
Mulai dari Rp450.000-an | |
|
Mulai dari Rp1.000.000-an | |
|
Mulai dari Rp680.000-an | |
|
Mulai dari Rp850.000-an |
Ingin tahu lebih jauh rekomendasi jenis atap lainnya? Temukan di Mitra10.